Anggota Dewan Minta Produk Rotan Barito Utara Naik Kelas dan Perluas Pasar

3 Min Read
Wakil Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Barito Utara, Naruk Saritani

MUARA TEWEH, Jurnalborneo.co.id – Anggota DPRD Kabupaten Barito Utara, Naruk Saritani, mendorong para pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM), khususnya pengrajin rotan, untuk terus meningkatkan kreativitas dan inovasi.

Menurutnya, pengembangan produk menjadi penting agar kerajinan lokal tidak hanya memiliki nilai ekonomi lebih tinggi, tetapi juga mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

Naruk menilai kerajinan rotan merupakan salah satu potensi ekonomi kreatif yang memiliki peluang untuk terus dikembangkan. Selain bernilai ekonomi, produk rotan juga memiliki nilai budaya dan kearifan lokal masyarakat Barito Utara.

“Kerajinan rotan merupakan potensi daerah yang patut kita dorong bersama. Para pengrajin sudah memiliki keterampilan dan kreativitas, tinggal bagaimana produk tersebut terus dikembangkan agar semakin berkualitas dan memiliki daya saing,” kata Naruk di Muara Teweh, Jumat (28/8/2026).

Dorong Diversifikasi Produk

Naruk mengatakan, inovasi menjadi salah satu kunci agar kerajinan rotan tidak hanya dikenal sebagai produk tradisional, tetapi dapat berkembang menjadi produk bernilai tambah yang sesuai dengan kebutuhan konsumen.

Ia mendorong pengrajin untuk terus mengembangkan desain, meningkatkan kualitas, memperbaiki kemasan hingga melakukan diversifikasi produk dengan tetap mempertahankan ciri khas daerah.

“Produk rotan jangan hanya dibuat untuk kebutuhan tertentu saja. Dengan inovasi desain dan kualitas, kita bisa menghasilkan berbagai produk yang sesuai dengan kebutuhan pasar tanpa menghilangkan identitas lokal,” ujarnya.

Menurutnya, pengembangan desain dan diversifikasi produk dapat membuka peluang lebih besar bagi kerajinan rotan untuk menjangkau konsumen di luar Barito Utara.

Karena itu, pelaku IKM juga perlu mengikuti perkembangan selera pasar tanpa meninggalkan karakter dan identitas produk lokal.

Pemerintah Diminta Perkuat Pembinaan

Selain mendorong kreativitas pengrajin, Naruk juga meminta pemerintah daerah terus memberikan pembinaan, pelatihan dan pendampingan kepada para pelaku IKM.

Pendampingan tersebut, menurutnya, tidak hanya berkaitan dengan keterampilan produksi, tetapi juga mencakup pemasaran, pengemasan dan pengembangan usaha.

“Kalau IKM kita berkembang, tentu dampaknya juga akan dirasakan masyarakat. Ada peningkatan pendapatan, membuka lapangan pekerjaan dan sekaligus menjaga warisan budaya daerah,” katanya.

Ia menilai dukungan pemerintah menjadi penting agar para pengrajin mampu mengembangkan usaha secara berkelanjutan sekaligus memperluas akses pasar.

Di sisi lain, pelaku IKM juga diharapkan aktif memanfaatkan berbagai peluang promosi dan pemasaran untuk memperkenalkan produk rotan Barito Utara kepada masyarakat yang lebih luas.

Jadi Produk Unggulan Daerah

Naruk menambahkan, pengembangan kerajinan rotan membutuhkan sinergi antara pemerintah daerah, pelaku IKM dan masyarakat.

Kolaborasi tersebut diperlukan agar potensi rotan tidak hanya bertahan sebagai warisan budaya, tetapi juga berkembang menjadi salah satu produk unggulan yang mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Menurutnya, ketika produk lokal memiliki kualitas dan daya saing, maka nilai ekonomi yang dihasilkan juga dapat semakin besar, sekaligus membuka peluang usaha bagi masyarakat.

“Sinergi antara pemerintah, pelaku IKM dan masyarakat sangat diperlukan untuk menjadikan kerajinan rotan sebagai salah satu produk unggulan Barito Utara,” pungkasnya. (Red)

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *