MUARA TEWEH, Jurnalborneo.co.id – Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Barito Utara, H. Taufik Nugraha, meminta pemerintah daerah bersama instansi terkait segera mengambil langkah konkret untuk menstabilkan harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit yang belakangan mengalami penurunan di tingkat petani.
Menurut Taufik Nugraha, anjloknya harga TBS berdampak langsung terhadap pendapatan masyarakat, khususnya para petani sawit yang menggantungkan perekonomian keluarga dari sektor perkebunan.
“Kami meminta pemerintah daerah melalui dinas terkait untuk melakukan koordinasi dengan pihak perusahaan dan seluruh pemangku kepentingan agar harga TBS sawit dapat kembali stabil. Jangan sampai petani terus dirugikan akibat harga yang terus menurun,” ujar Taufik Nugraha di Muara Teweh, Sabtu (30/5/2026).
Ia menegaskan, sektor perkebunan kelapa sawit merupakan salah satu penopang utama perekonomian masyarakat di sejumlah wilayah Kabupaten Barito Utara. Karena itu, kestabilan harga TBS menjadi faktor penting dalam menjaga daya beli masyarakat serta keberlangsungan usaha para petani.
Menurutnya, pemerintah daerah perlu memperkuat pengawasan terhadap mekanisme penetapan harga TBS sekaligus memastikan adanya transparansi dalam proses pembelian hasil panen petani oleh perusahaan-perusahaan perkebunan yang beroperasi di daerah.
“Kami berharap ada langkah nyata dan solusi yang mampu memberikan kepastian harga bagi petani. Dengan harga yang stabil, masyarakat dapat terus menjalankan usaha perkebunan dengan baik dan perekonomian daerah juga tetap bergerak,” katanya.
Taufik juga mengajak seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah, perusahaan perkebunan, hingga asosiasi petani sawit, untuk membangun komunikasi dan mencari solusi bersama demi menjaga keberlangsungan sektor perkebunan yang menjadi salah satu penggerak ekonomi daerah.
Ia berharap kondisi harga TBS sawit segera membaik sehingga para petani kembali memperoleh pendapatan yang layak dan mampu meningkatkan kesejahteraan keluarganya.
Menurutnya, keberpihakan terhadap petani harus diwujudkan melalui kebijakan yang mampu menciptakan kepastian harga, memperkuat kemitraan yang adil antara perusahaan dan petani, serta menjaga stabilitas ekonomi masyarakat di Kabupaten Barito Utara. (Red)
