Legislator Apresiasi Koordinasi Penanganan Sekolah Terdampak Kabut Asap

3 Min Read
Anggota DPRD Kabupaten Barito Utara, Suhendra

MUARA TEWEH, Jurnalborneo.co.id – Anggota DPRD Kabupaten Barito Utara, Suhendra, mengapresiasi langkah Dinas Pendidikan Kabupaten Barito Utara yang terus memperkuat koordinasi dan pemantauan terhadap sekolah-sekolah yang terdampak kabut asap.

Apresiasi tersebut disampaikan Suhendra, Minggu (23/8/2026), menyikapi pelaksanaan Zoom Meeting Koordinasi Sekolah Terdampak Asap bersama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah yang berlangsung di ruang kerja Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Barito Utara, Sabtu (22/8/2026).

Menurut Suhendra, koordinasi antara pemerintah daerah, kementerian, BPMP Provinsi Kalimantan Tengah dan satuan pendidikan penting dilakukan untuk memastikan kebijakan yang diambil dapat menyesuaikan dengan kondisi di lapangan.

“Kami mengapresiasi langkah Dinas Pendidikan yang proaktif melakukan koordinasi dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah maupun BPMP Provinsi Kalimantan Tengah. Kondisi kabut asap seperti ini harus mendapat perhatian serius, terutama menyangkut kesehatan dan keselamatan peserta didik serta para guru,” ujar Suhendra.

Sekolah Diminta Siapkan Langkah Antisipasi

Suhendra mengatakan, pemerintah daerah perlu memastikan setiap sekolah memiliki langkah antisipasi yang jelas apabila kualitas udara memburuk dan berpotensi mengganggu aktivitas pembelajaran.

Menurutnya, kondisi kabut asap dapat berubah sehingga sekolah perlu memiliki mekanisme komunikasi dan pengambilan keputusan yang jelas sesuai ketentuan yang berlaku.

Ia juga mendorong agar komunikasi antara Dinas Pendidikan dan pihak sekolah terus dilakukan secara intensif. Dengan demikian, setiap perkembangan kondisi udara maupun dampaknya terhadap kegiatan belajar mengajar dapat segera dilaporkan dan ditindaklanjuti.

“Jangan sampai sekolah dan orang tua kebingungan ketika kondisi udara memburuk. Karena itu, informasi dan koordinasi harus berjalan cepat dan terbuka. Kalau memang kondisi tidak memungkinkan untuk pembelajaran seperti biasa, tentu harus ada langkah yang mengutamakan keselamatan warga sekolah sesuai ketentuan yang berlaku,” katanya.

Pendidikan Tetap Berjalan

Di sisi lain, Suhendra menilai keberlangsungan layanan pendidikan juga tetap perlu menjadi perhatian. Menurutnya, penanganan kondisi kabut asap membutuhkan langkah yang seimbang antara perlindungan kesehatan warga sekolah dan upaya menjaga proses pendidikan tetap berjalan.

Ia berharap seluruh pihak dapat mengambil langkah berdasarkan perkembangan kondisi di lapangan serta arahan dari instansi berwenang.

“Yang terpenting adalah keselamatan peserta didik dan tenaga pendidik tetap menjadi perhatian, sementara layanan pendidikan juga harus terus diupayakan agar tidak terhenti,” ujarnya.

Suhendra berharap sinergi antara DPRD, pemerintah daerah, Dinas Pendidikan, kementerian, BPMP dan seluruh satuan pendidikan terus diperkuat dalam menghadapi kondisi kabut asap.

Koordinasi yang cepat dan terbuka dinilai penting agar setiap perubahan kondisi dapat segera direspons dan kebijakan yang diterapkan benar-benar sesuai dengan kebutuhan sekolah. (Red)

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *