Seleksi TWK-TIU Paskibraka Barito Utara 2026 Ketat, DPRD Apresiasi Proses Penjaringan

4 Min Read
Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Barito Utara, H. Taufik Nugraha

MUARA TEWEH, Jurnalborneo.co.id – Seleksi calon anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Barito Utara Tahun 2026 memasuki tahapan Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) dan Tes Intelegensia Umum (TIU).

Seleksi yang berlangsung di Gedung Balai Antang Muara Teweh, Sabtu (4/4/2026), berjalan ketat dan kompetitif. Para peserta tidak hanya dituntut memiliki kemampuan fisik, tetapi juga wawasan kebangsaan serta kemampuan intelektual.

Sebanyak 91 peserta mengikuti tahapan TWK, terdiri dari 50 peserta pria dan 41 peserta wanita. Mereka merupakan bagian dari peserta yang sebelumnya mengikuti rangkaian seleksi calon Paskibraka Barito Utara.

Dalam tes tersebut, peserta mengerjakan 20 soal dengan waktu yang disediakan selama 60 menit. Pelaksanaan seleksi mendapat pengawasan dari unsur TNI, Polri, serta Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Barito Utara.

Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Barito Utara, H. Taufik Nugraha, mengapresiasi pelaksanaan seleksi yang dinilainya berlangsung tertib dan transparan.

“Kegiatan seleksi ini sangat penting untuk menjaring generasi muda terbaik yang tidak hanya memiliki fisik yang kuat, tetapi juga wawasan kebangsaan dan kecerdasan yang baik. Kami berharap proses ini dapat melahirkan calon anggota Paskibraka yang berintegritas dan mampu menjadi teladan bagi generasi muda lainnya,” ujar Taufik di Muara Teweh, Sabtu (4/4/2026).

Menurutnya, proses seleksi yang dilakukan secara berjenjang menjadi langkah penting untuk memastikan calon anggota Paskibraka benar-benar memiliki kemampuan yang sesuai dengan tuntutan tugas.

Ia juga menilai pembinaan generasi muda melalui kegiatan Paskibraka perlu terus mendapatkan dukungan dari berbagai pihak. Selain membentuk kedisiplinan, kegiatan tersebut menjadi sarana menanamkan nilai nasionalisme dan kecintaan terhadap bangsa dan negara.

Berdasarkan hasil TWK, sebanyak lima peserta wanita dinyatakan tidak lulus karena memperoleh nilai di bawah standar. Sementara itu, 11 peserta pria juga tidak dapat melanjutkan ke tahapan berikutnya.

TWK sendiri menjadi salah satu instrumen untuk mengukur pemahaman peserta terhadap nilai-nilai dasar kebangsaan, di antaranya nasionalisme, integritas, bela negara, serta pemahaman terhadap empat pilar kebangsaan, yakni Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika.

Peserta juga diuji mengenai pemahaman dan penggunaan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan.

Setelah tahapan TWK selesai, proses seleksi dilanjutkan dengan Tes Intelegensia Umum (TIU). Tes ini ditujukan untuk mengukur kemampuan kognitif peserta, terutama dalam berpikir logis, analitis, dan numerik di bawah batas waktu yang telah ditentukan.

Materi TIU meliputi kemampuan verbal seperti sinonim, antonim, analogi, dan pemahaman wacana. Selain itu, peserta menghadapi soal numerik berupa kemampuan berhitung, deret angka, hingga soal cerita matematika dasar.

Kemampuan figural atau penalaran logis juga menjadi bagian dari materi yang diujikan untuk melihat kemampuan peserta dalam membaca dan menganalisis pola.

Taufik berharap seluruh rangkaian seleksi dapat terus berjalan secara objektif dan profesional sehingga menghasilkan putra-putri terbaik Barito Utara yang mampu mengemban tugas sebagai anggota Paskibraka.

“Yang kita cari bukan hanya anak-anak yang kuat secara fisik, tetapi juga memiliki wawasan kebangsaan, kecerdasan, kedisiplinan, dan integritas. Mereka nantinya diharapkan mampu menjadi contoh positif bagi generasi muda lainnya,” pungkasnya.

Seleksi TWK dan TIU menjadi salah satu tahapan penting dalam rangkaian penjaringan calon anggota Paskibraka Kabupaten Barito Utara Tahun 2026 sebelum peserta melanjutkan ke tahapan seleksi berikutnya. (Red)

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *