DPRD Barito Utara Dorong Penguatan Ekosistem Jagung untuk Dukung Swasembada Pangan 2026

3 Min Read
Ketua Komisi II DPRD Barito Utara, H. Taufik Nugraha

MUARA TEWEH, Jurnalborneo.co.id – DPRD Kabupaten Barito Utara mendorong penguatan ekosistem pertanian jagung sebagai salah satu langkah strategis dalam mendukung ketahanan pangan sekaligus mewujudkan target swasembada pangan nasional Tahun 2026.

Dorongan tersebut disampaikan Ketua Komisi II DPRD Barito Utara, H. Taufik Nugraha, dalam rapat koordinasi (rakor) ketahanan pangan yang digelar di Polres Barito Utara, Senin (6/4/2026).

Taufik mengatakan, Pemerintah Kabupaten Barito Utara memiliki komitmen untuk memperkuat sektor pertanian, khususnya komoditas jagung. Upaya tersebut perlu didukung mulai dari penyediaan sarana produksi, peningkatan kapasitas sumber daya manusia petani, hingga pembukaan dan penguatan akses pasar.

Namun, menurutnya, pengembangan pertanian jagung tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah. Dibutuhkan kolaborasi yang kuat antara berbagai pihak agar program berjalan secara berkelanjutan dan memberikan dampak nyata bagi petani.

“Diperlukan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, swasta, akademisi, serta para petani sebagai ujung tombak di lapangan,” ujar Taufik di Muara Teweh, Selasa (7/4/2026).

Politisi PDI Perjuangan tersebut menilai penguatan ekosistem jagung harus dilakukan secara menyeluruh. Tidak hanya berfokus pada peningkatan produksi, tetapi juga menyentuh aspek teknologi, pendampingan, kelembagaan, hingga pemasaran hasil pertanian.

Karena itu, ia mendorong peningkatan koordinasi lintas sektor, optimalisasi peran penyuluh pertanian, pemanfaatan teknologi modern, serta penguatan kelembagaan petani.

Menurutnya, langkah tersebut penting agar petani memiliki kemampuan yang lebih baik dalam mengelola usaha tani sekaligus mampu meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil panen.

Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Barito Utara itu juga mengajak para pemangku kepentingan untuk terus melakukan inovasi dalam pengembangan komoditas jagung.

“Mari kita tingkatkan produktivitas, kualitas hasil panen, serta efisiensi dalam pengelolaan usaha tani jagung. Jangan ragu mencoba pendekatan baru yang lebih efektif selama membawa manfaat bagi kesejahteraan masyarakat,” tambahnya.

Di sisi lain, Taufik memberikan apresiasi kepada para petani yang selama ini telah bekerja keras menjaga ketersediaan pangan di daerah.

Ia menilai peran petani sangat penting dalam mewujudkan ketahanan pangan, sehingga dukungan terhadap mereka harus diberikan secara konsisten, baik dalam bentuk sarana produksi, peningkatan kompetensi maupun akses pemasaran.

Menurut Taufik, rakor ketahanan pangan tersebut harus menghasilkan langkah konkret yang dapat diterapkan di lapangan. Setiap kebijakan dan program yang dirumuskan diharapkan memiliki target yang jelas, terukur, serta dapat dievaluasi secara berkala.

“Momentum ini harus menjadi titik awal penguatan komitmen bersama untuk menjadikan Kabupaten Barito Utara sebagai daerah yang mampu berkontribusi nyata dalam mewujudkan swasembada pangan nasional tahun 2026,” pungkasnya.

DPRD Barito Utara berharap penguatan ekosistem jagung dapat menjadi salah satu penggerak ekonomi masyarakat sekaligus memperkuat posisi sektor pertanian sebagai penopang ketahanan pangan daerah. (red)

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *