Syarifuddin Ardasa, Kami Lepas Kepergianmu dengan Doa

5 Min Read

Palangka Raya-jurnalborneo.

Innalillahi wa inna ilaihi raji’un.
(Sesungguhnya kami adalah milik Allah dan hanya kepada-Nya lah kami akan kembali).

Segala ketetapan, takdir, rezeki, jodoh, dan perjalanan hidup setiap makhluk telah tertulis di Lauhul Mahfudz, yakni kitab yang terjaga di sisi Allah SWT, sejak sebelum alam semesta diciptakan.

Tersentak, sedih, dan seakan tak percaya saat membaca
Grup WA Forum Pemred 2025 tepatnya pukul 19.21 Wib. Saya mengkonfirmasi ke Bang Santa Koresponden CNN Indonesia karena dari Bang Santa saya mengetahui kabar pertama meninggalnya H. Syarifuddin Ardasa-akrab dipanggil H. Udin.

Dan ternyata benar H. Udin telah berpulang pada Kamis (16/7/2026) pukul 19.57 Wita di RSUD Ansari Saleh Banjarmasin.

Jenazah almarhum disemayamkan di kediamannya di Jalan Trans Kalimantan Komplek Kebun Jeruk III Nomor 7 Banjarmasin. Almarhum berpulang pada usia 52 tahun.

Almarhum tercatat sebagai Sekretaris DPD Partai Golkar Kota Banjarmasin. Sebelumnya dipercaya sebagai Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) Partai Golkar Banjarmasin.

Sebelum meniti karier di politik, almarhum menjadi jurnalis di sejumlah media, Pelita Pembangunan, Kalteng Pos, Radar Banjarmasin, Koresponden Trans TV Wilayah Kalsel, dan Duta TV.

Bagi pencinta sepak bola Banua, sosok almarhum tidak asing. H. Udin pernah dipercaya sebagai asisten manajer Klub Barito Putera, mendampingi manajer Hasnuryadi Sulaiman.

Bagi saya, H. Udin tidak hanya seorang teman, sahabat, tetapi lebih dari itu. Almarhum adalah saudara yang selalu memberikan motivasi dan pencerahan. Saat saya sakit, almarhum membantu untuk kesembuhan saya.

Karena sama-sama merantau
di Palangka Raya, almarhum dari Pangkalan Bun dan saya dari Banjarmasin, kami merasakan suka duka sebagai anak barak-anak kost-yang berjuang menyelasaikan kuliah.

Pernah satu hari kami sama-sama tidak pulang kampung saat lebaran Idul Fitri. Kami sempat merasa sedih karena tidak berkumpul dengan keluarga saat lebaran. Saat itu kami saling menguatkan dan saling memahami kondisi bagian dari perjuangan.

Sepenggal kenangan yang tak akan terlupakan adalah ketika almarhum mendampingi saya melaksanakan pernikahan 27 Juni 1998 di Jalan Anggrek Komplek PCPR Palangka Raya. Almarhum juga yang mengenalkan saya dengan isteri saya.

Saat kuliah di Universitas Palangka Raya, kami aktif di PMII. Organisasi yang membuat kami bertumbuh dengan segala pengalaman. Menjadi sosok yang tak mudah menyerah dengan keadaan.
(Saat menyusun kata merangkai kalimat dalam tulisan ini, saya ingat dengan sosok almarhum yang murah senyum, hormat kepada yang lebih tua).

Selain aktif di PMII, almarhum juga aktif dalam kegiatan Remaja Masjid Shalahuddin Universitas Palangka Raya.
Almarhum juga tercatat sebagai Wakil Ketua II Koperasi Mahasiswa (Kopma Unpar) tahun 1994-1995.

Bersama almarhum kami menggelar kompetisi sepak bola antar jurusan di Universitas Palangka Raya yang diberi label Unpar Cup.
Kegiatan ini sukses luar biasa. Para pemain sepak bola dan mahasiswa sangat terhibur dengan kompetisi akbar sepak bola di Kampus Universitas Palangka Raya.

Almarhum berkarier sebagai jurnalis awal mulanya di Koran Harian Pelita Pembangunan yang kemudian berganti nama
menjadi Kalteng Pos.

H. Udin adalah sosok pekerja keras dan memiliki dedikasi yang tinggi kepada pekerjaan. Lewat tulisan-tulisannya para pembaca mendapat informasi yang jelas, menghibur terutama liputan-liputan olahraga. Almarhum dipercaya sebagai Redaktur Olahraga.

Kejuaraan Road Race tingkat lokal dan regional menjadi liputan yang menarik ditangan almarhum. Saat itu tahun 90an lomba Road Race di Palangka Raya menggunakan Jl RTA Milono dan Jalan Imam Bonjol sebagai sirkuit.

Berita di koran yang dikemas apik dan menarik oleh almarhum membuat Kejuaraan Road Race lebih menyala dan enak untuk ditonton.

Selain berkiprah di media cetak, Almarhum berkarier di televisi, yakni di Trans TV dan Duta TV. Karena saya juga di televisi (Metro TV), kami sering diskusi seputar jurnalistik televisi.

Pertemuan terakhir saya dengan almarhum terjadinya pada Sabtu, 30 Mei 2026. Saat itu, pagi hari jam 7, saya ditelpon Bang H. Rudi Hasnur untuk merapat ke Hotel Swiss-Belhotel Danum Palangka Raya. Ternyata almarhum juga ada.

Almarhum dan Bang H. Rudi Hasnur satu rombongan dari Banjarmasin. Kami sempat berbincang lepas, tertawa kecil.

Siang hari, saya dan almarhum sama-sama berada di acara
Penyerah Bantuan Hibah Dua Mobil Ambilunce dari Hasnur Group ke Rumah Aspirasi Bias Layar di Jalan G Obos Palangka Raya, Sabtu (30/5/26).

Saya tidak mengira ini adalah pertemuan saya. yang terakhir
dengan almarhum. Kami berjabat tangan untuk terakhir kalinya.

Selamat jalan saudaraku H. Udin. Kami lepas kepergianmu dengan segenap doa, Semoga Allah SWT meridhoimu, aamiin yaa rabb. (**)

Penulis : Tantawi Jauhari

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *