Irigasi Trinsing Kering, Ardianto Turun Langsung Bantu Petani

3 Min Read
Anggota DPRD Barito Utara, Ardianto

MUARA TEWEH, Jurnalborneo.co.id – Petani di wilayah Trinsing Kiri, Kecamatan Teweh Selatan, Kabupaten Barito Utara, mulai kesulitan mendapatkan air untuk mengairi tanaman padi. Kondisi tersebut terjadi akibat kemarau yang telah berlangsung sekitar dua bulan.

Kesulitan air semakin parah setelah aliran dari DAM atau Bendungan Trinsing tidak lagi mengalir hingga ke saluran primer induk. Akibatnya, saluran sekunder dan tersier yang menjadi sumber pengairan lahan pertanian turut mengalami kekeringan.

Kondisi tersebut mendapat perhatian Anggota DPRD Barito Utara, Ardianto, yang langsung turun ke lapangan setelah menerima laporan dari pengurus Kelompok Tani (Poktan) Maju Jaya Trinsing Kiri.

Peninjauan dilakukan pada Kamis (20/8/2026), setelah Ardianto mengikuti Rapat Paripurna II Masa Sidang III DPRD Barito Utara.

“Setelah mendapat laporan tadi malam dari pengurus kelompok tani Maju Jaya Trinsing Kiri, saya langsung turun ke lapangan. Setelah melihat kondisi di lapangan, ternyata benar tanaman padi mereka mengalami kekeringan akibat kemarau yang sudah berlangsung kurang lebih dua bulan,” kata Ardianto saat meninjau lokasi.

Petani Manfaatkan Parit Hauling

Menurut Ardianto, selama dua hari terakhir para petani berupaya memenuhi kebutuhan air dengan mengambil air dari parit galian jalan hauling batubara Km 6.

Namun, upaya tersebut belum mampu memenuhi kebutuhan air untuk seluruh petakan sawah yang terdampak kekeringan.

Melihat kondisi tersebut, Ardianto kemudian menghubungi pimpinan PT BIMA untuk meminta bantuan pengisian air ke saluran tersier sebagai langkah sementara guna membantu petani menghadapi kondisi kekeringan.

Bantuan tersebut dilakukan dengan menggunakan unit WT penyiraman milik perusahaan.

“Alhamdulillah, pihak pimpinan PT BIMA merespons cepat permintaan kita untuk membantu para petani yang ada di Trinsing Kiri,” ujarnya.

Minta Pemkab Bangun Sumur Bor

Selain langkah penanganan sementara, Ardianto meminta Pemerintah Kabupaten Barito Utara melalui Dinas Pertanian segera mengambil kebijakan dan melakukan langkah konkret untuk mengatasi persoalan kekeringan di lahan pertanian.

Salah satu langkah yang dinilai penting adalah pembangunan sumur bor di sejumlah lokasi pertanian yang terdampak kekeringan.

Menurutnya, kondisi serupa perlu mendapat perhatian di sejumlah wilayah lainnya, termasuk Trinsing Kiri, Trinsing Kanan dan Trahean, terutama ketika pasokan air dari bendungan tidak mampu mengalir hingga ke jaringan primer, sekunder maupun tersier.

“Pembangunan sumur bor ini penting karena sangat dibutuhkan oleh para petani. Pertama, untuk mengairi tanaman padi dan menyiram tanaman sayuran,” jelas Ardianto.

Ia berharap pemerintah daerah dapat segera melakukan pemetaan terhadap titik-titik lahan pertanian yang mengalami kekurangan air, sehingga penanganan dapat dilakukan secara lebih terarah.

Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga keberlangsungan tanaman petani sekaligus mengantisipasi dampak kemarau yang masih berlangsung. (Red)

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *